BOJONEGORO -- Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kementerian ESDM di Bandung, memastikan semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengandung sejumlah gas yang berbahaya.
"Semburan lumpur di Jari, mengandung sejumlah gas berbahaya, di antaranya, ada CO2 sebesar 70 persen, yang bisa mematikan manusia," kata Koordinator Peneliti Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, Dr Igan S Sutawidjaja, MSc., dalam dialog di Bojonegoro, Jumat (15/4).
Apalagi, menurut dia, kalau cuaca mendung, maka gas CO2 di kawasan setempat, akan turun ke bawah, sehingga kalau terhirup manusia bisa mengakibatkan kematian. Ia memberikan gambaran bahwa gas CO2, mirip fatamorgana ketika cuaca mendung atau turun hujan.
"Seperti ketika kita di lokasi untuk meneliti di hari pertama kemudian turun hujan, maka di sekitar semburan muncul semacam fatamorgana," ucapnya.
Peneliti lainnya dari Badan Geologi Yogyakarta Dr Hanik Humaida menambahkan batas aman gas CO2 bagi manusia yaitu 0,5 persen, sehingga gas CO2 yang terdeteksi di lokasi semburan cukup tinggi, karena mencapai 70 persen. Selain itu, di lokasi juga terdeteksi gas H2S (Hidrogen Sulfida) sebesar 100 ppm, sedangkan ambang batas yang diperbolehkan 10 ppm.
Selain itu, juga terdeteksi gas So2 (sulfur) sebesar 20 ppm, sedangkan ambang batas yang diperbolehkan 4 ppm, juga ditemukan gas metana, dan hidrokarbon sebesar 14 "Lower Explosive Limit" (LEL).
"Gas CO2 atau karbon dioksida tidak berwarna, dan berbau. Orang yang menghirup tidak terasa, tapi tiba-tiba jatuh dan meninggal dunia," jelas Igan menegaskan.
Dari hasil pengukuran suhu di lokasi semburan, lanjut Igan, mencapai 54 derajat Celsius. "Proses terjadinya semburan lumpur, disebabkan adanya letusan lumpur dari dalam tanah, yang dipengaruhi ada tekanan air yang tinggi. Gejalanya mirip dengan panas bumi," paparnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat kalau mengunjungi lokasi setempat jangan terlalu lama dan mendekat ke lokasi. Selain, faktor adanya gas yang berbahaya, juga lokasi setempat tanahnya terancam ambles.
"Mengunjungi lokasi setempat tidak masalah, tapi jangan terlalu lama, apalagi cuaca mendung," tandasnya.
Source → Badan Geologi Pastikan Semburan Lumpur Jari Berbahaya
